Perbedaan Bukanlah Masalah yang Harus Diatasi Melainkan Fakta yang
Patut Disyukuri.
Perbedaan
itu merupakan sebuah fakta yang perlu dirawat, dijaga dan diperkuat. Perbedaan
itu normal, wajar, dan sebuah rahmat Tuhan yang tidak ternilai harganya.
Indonesia
ini dibangun lewat cita-cita. Bukan karena saya Madura kemudian menjadi
Indonesia, atau Minang atau suku-suku lainnya, melainkan karena kita mempunyai
tujuan bersama untuk membentuk suatu Negara guna menaungi perbedaan tersebut.
Dan sungguh menarik dari bentuk perbedaan yang kita miliki, justru memberikan
corak tersendiri. Misalnya, orang Batak bersikap layaknya seperti orang Batak,
jika kita bandingkan dengan orang jawa, maka kedua bentuk perbedaan ini menurut
masyarakat banyak sangat terlihat. Jawa
yang dianggap lembut, tutur kata yang bertipe suara rendah berbeda dengan Batak
yang cukup keras saat berbicara bahkan terkesan teriak-teriak. Namun perbedaan
dari kedua contoh ini membuat Negara kita terlihat lebih bervariatif. Tujuan
untuk bergabung menjadi Indonesia tidak menghilangkan corak asli mereka dari
setiap daerah, Indonesia justru melingkupi semuanya.
Ada 2 cara dalam merawat kerukunan dalam perbedaan :
Ada 2 cara dalam merawat kerukunan dalam perbedaan :
1. Dengan pendidikan : memunculkan kesadaran bahwa kita ini adalah bhineka. Ada 3 aspek pendidikan yaitu
- Di sekolah :
kepala sekolah ,guru-guru, serta komponen pengajar lainnya harus bias
menanamkan jiwa kecintaan terhadap keberagaman tersebut. Etnis, adat istiadat ,
ataupun Agama yang berbeda merupakan bentuk kekayaan dalam sebuah keberagaman. Semua
agama, etnis, adat istiadat mengajarkan pada sikap untuk menciptakan kerukunan.
Misalkan seorang pemeluk agama Nasrani menghargai Pemeluk Agama Islam saat
sedang menjalankan ibadah dan sebaliknya. Sehingga peran guru di sini sangat
dibutuhkan guna menanamkan serta memupuk rasa kecintaan terhadap adanya
keberagaman dalam suatu lingkup kehidupan pendidikan.
- Di rumah :
Menciptakan suasana kehidupan keluarga yang menganggap bahwa perbedaan itu
merupakan hal yang biasa. Baik orang tua ataupun anak, semuanya harus
menghoramti dan menghargai keberagaman tersebut.
- Di lingkungan
: Masyarakat merupakan lingkup yang sangat luas jangkauannya. Maka di sinilah
diperlukan semacam penanaman kecintaan terhadap kehidupan yang beragam, yang
berbeda antara satu individu satu dengan yang lain. Pengaruh kehidupan
lingkungan sangatlah besar dalam membentuk karakter seseorang. Walaupun
kehidupan keluarga dan sekolah telah didapatkan namun tetaplah kehidupan dalam
masyarakat menentukan segalanya ini karena jaringannya yang lebih luas.
2. Dengan ketegasan dalam penegakan hukum. Jika terjadi penyimpangan dalam hal ini terjadi sebuah pelanggaran yang disebabkan oleh seseorang atau sekelompok orang yang mengganggu atau merugikan pihak lain (rasis) bisa ditindaklanjuti dalam ranah hukum guna mencegah dan mengurangi gesekan. Sebab perbedaan sangatlah rentan terhadap gesekan tersebut. Ini juga membantu untuk lebih menguatkan ikatan keberagaman yang telah hidup dalam masyarakat selama bertahun-tahun lamanya.
Jadi memiliki sebuah kehidupan yang
dibungkus oleh perbedaan tersebut merupakan sebuah rahmat yang patut disyukuri.
Ditambah dengan cita-cita bangsa kita yang sudah ada sejak dulu yakni untuk
menciptakan kehidupan yang aman, damai dan tentram dalam keberagaman yang ada.
Cita-cita para leluhur ini haruslah diwujudkan dan dilestarikan. Kita tidak
perlu memaksa diri untuk menyatukan yang beda sebab yang harus dilakukan adalah
hidup bersatu dalam indahnya perbedaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar